Bagiku sahabat adalah segalanya..
Walaupun tempat curhat terbaik kita adalah orangtua dan keluarga.
Aku juga ikut 'curhat' pada sahabat.
Tapi sebatas pelajaran,hobby,mimpi dan sekolah.
************
Pertama kali aku mengenal sahabat. 9 tahun yang lalu. Aku masih duduk di bangku Taman Kanak2. Aku masih sangat polos
Jadi hal yang pertama aku pikirkan adalah soal bermain dan pulang juga berkumpul dengan keluarga. Tapi sepertinya aku harus mempunyai teman. Keinginanku
Terkabul. Dua orang anak menyapaku dan mengajak berkenalan. Dengan sungkan2 aku menerimanya. Nama mereka adalah shafa dan mutia.
Mereka baik dan supel. Aku pun menjadi teman mereka dan ikut kemanapun mereka pergi.
Lulus TK dan melangkah ke bangku SD.Aku kembali mempunyai teman. Bahkan kami menjadi kelompok yang terkenal bandel namun pintar, (peace). Kami berteman sejak kelas 1 dan berakhir pada kelas 3 semester 2. Aku pindah karena sakit, dan tak mampu lagi untuk melanjutkan masa pesantrenku lagi disana.
Aku kembali sekolah dan mendapat teman meskipun kami tidak terlalu akrab. Namun sepertinya takdir mengubah alur.
Akhir 2013. Aku mempunyai sahabat untuk kedua kalinya. Namanya ayu. Usianya sama sepertiku. Kami berhubungan lewat sms dan telefon. Masing2 bercerita tentang aktivitas sehari-hari dan (karena waktu itu aku sedang 'alay' dan ikut-ikutan tren) jadi cara bicaraku terdengar alay dan aneh. Kami juga membicarakan cinta dan hal tak penting lainya. Sekarang aku sadar, karena hal tentang 'cinta' telah membuang2 waktu dalam keseharianku. Maret 2014, aku kembali mendapat sahabat. Mungkin caraku mendapat sahabat terdengar aneh. Tapi aku seperti sedang 'menembak'. "Kamu mau gak jadi sahabat aku?".mungkin bagi sahabatku itu biasa2 saja. Tapi menurutku sekarang itu aneh dan memalukan. Untuk sahabatku yang kedua. Aku sengaja menginisial namanya menjadi 'izzah'. Karena nama belakangnya memang izzah. Kami mulai mengenal satu sama lain saat duduk bersama di tangga dekat koperasi sekolahku. **********part 1.
*Rara*
Lucu banget mutiii ><
BalasHapus