Memori Yang Hilang

17 oktober 2016,

   Menjelang siang Pernahkah kalian mengalami hal yang sangat menyedihkan sekaligus dirindukan?. Baru kali ini di bulan oktober yang aku harapkan bisa mengulang nostalgia sekaligus memori indah di masa kecil, harus terhapus sia sia. Mengingat ingat bahwa di memori itu banyak sekali potongan potongan gambar bersejarah sekaligus dirindukan. Tapi aku harus menerima kenyataan bahwa memori itu tidak dapat kembali. Dan sudah hilang lebih dari 5 tahun pula.

   
    Memori itu adalah potongan potongan foto masa kecil aku, dimas, dinda, edward, ghani, teh merry, dan banyak lagi. Yang disimpan dalam bentuk digital melalui sebuah komputer lama era 2000-an. Yang membuat aku semakin sedih dan menyesal, foto foto itu jumlahnya ratusan bahkan lebih. Dan Tidak dicetak lebih banyak. Shit shit shit. Nasib seorang anak tanggung berusia 14 menjelang 15 harus pedih seperti ini. Foto foto itu sangat penting bagi ku saat ini. Karena aku ingin mengenal diriku lebih dekat, aku ingin menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di pikiran ini selama bertahun tahun terpendam tanpa dikeluarkan.

     Aku ingin mengetahui bagaimana wajahku saat berusia 2 tahun. Aku ingin melihat detail postur badan ku saat berusia 3 dan 4 tahun saat masuk TK. Saat aku bermain jungkat jungkit dengan teh merry 13 tahun yang lalu. Kini itu hanya sebuah impian belaka dan aku tidak tahu kapan pikiran itu akan berhenti di Otakku.

     Masa pencarian jati diri yang akhirnya dibuat bingung karena Yang dia cari tidak akan pernah ada lagi. Rasanya ingin sekali aku meratapi hal itu. Bukan hal kecil, itu adalah hal terbesar yang aku punya. Hal yang akan aku bawa kemanapun saat dewasa nanti. Sepotong memori yang hilang dan mati. Rasanya aku ingin menangis juga. Tapi aku tidak bisa, hanya bisa menyesal berkepanjangan selamanya. Separuh Tubuhku serasa hilang ditelan kemajuan tekhnologi.

Oleh sebuah benda mati. Bernama komputer.

                         Rara in Room.

Komentar

  1. Aku pun merasakan hal itu, rasanya ingin menagis setiap hari tapi..... untungnya masih ada beberapa di handphone ibuku, tetapi tidak terlaku bermakna bagiku. Kenapa ya foto yang terhapis itu bukan yang d hp ibuku saja. Rasanya aku ingin curhat.... memang penting bagi kita tapi jika kita terus memikirkannya itu artinya kita tetlalu memikirkan dunia, kita bisa dikenal d dunia tapi apakah kelak kita d akhirat dikenal allah. Yang terpenting bertakwalah kepada allah agar kia masuk syurga dan jika kita sudah masuk syurga pasti apapun yang kita mau akan kembali termasuk foto yang hilang itu. Semangat.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahkan ak baru merasakan ini beberapa minggu yan lalu tapi ak tetap semangat karena memori yang sebenarnya adalah pikiran kita sendiri

      Hapus
    2. Terima kasih sekali atas komentarnya. Selamat menikmati!

      Hapus

Posting Komentar