Percakapan yang aneh.

9 Oktober 2016,            Siang Yang hujan

  Di Instagram, tepatnya di direct messanger. Aku memulai percakapan yang aneh, aneh karena terkadang obrolan itu tidak nyambung. Aku yang memulai obrolan yang 'tidak nyambung' itu , lebih baik aku mulai saja cerita ini.

     Kemarin, aku mengajak sahabatku Hanifah berbicara tentang 'Oktober'. Kebetulan kami sama sama berulang tahun di bulan ini. Dia meminta Hadiah berupa Jurnal (Itupun setelah aku memberi pilihan : Boneka atau Jurnal). Dan aku memaksanya untuk mengembalikan mini 'Diary' milikku yang sudah 2 tahun tidak dikembalikan. Dia menjawab "Nanti". Setelah itu aku mengalihkan topik , tampaknya dia merasa topik yang baru kami bahas tadi belum tuntas. Dan aku mengalihkan topik lagi dengan 'Laki Laki remaja' dan dia menjawab "Apa hubunganya sama laki2 puber?". Tampaknya aku telah mengacaukan percakapan ini tanpa jeda. Shit batinku dalam hati.

     Malam itu aku 'berkeluh kesah' soal keadaan laki laki disekolahku. Dan dia tampaknya tidak keberatan mendengarkan walaupun di tengah jalan kami saling bertukar pikiran. Menjelang akhir pembicaraan yang tertunda karena dia mungkin sudah tidur untuk siap siap esok harinya pergi ke pesantrenya. Dia menulis kata "Apaan sih gak nyambung". Dan "To the point aja".

     Tapi aku berusaha positive thinking, setiap orang mempunyai sifat yang berbeda dan pendapat yang berbeda.    Tapi itu adalah hari yang menyenangkan menurutku. Karena di percakapan itu kami saling berbicara setelah berbulan bulan terlibat 'Perang dingin' Desember 1 tahun yang lalu. Dan sebenarnya aku menjaga bahasa karena aku tau Hanifah adalah orang yang cukup perasa dalam hal ini.

Pesan Moral :" Hargai orang orang di sekitarmu dan ingatlah bahwa sahabat tidak akan selalu satu pendapat dengan kita".

                        Rara, 9 Oktober .
                              10.08

berawan, In Class

Komentar