Harapan Seorang Gadis Kecil

Kebahagiaanku direnggut begitu saja...
Aku hancur saat merasakannya
Aku selalu berharap bisa mempunyai keluarga yang utuh dan menyayangiku
Mempunyai kakak perempuan yang menyayangiku , menyemangatiku dan memelukku erat
Mempunyai keluarga yang harmonis dan bahagia
Mempunyai mimpi bersama sama berfoto di photo studio dan berkumpul menjadi satu
Bercengkrama dan menatap masa depan yang cerah
Memiliki orangtua yang bersikap adil dan selalu mendukungku
Merasakan aura positif dari sepupu sepupuku

Namun sebelum aku merasakannya kebahagian itu telah direnggut terlebih dahulu , membuat satu ruang di hatiku kosong , kosong dan hampa . Membuat luka baru , luka batin yang entah apa aku merasakannya atau tidak .

Aku rindu masa kecil , di saat kita tak memikirkan banyak hal dan bersenang senang , tapi entah mengapa masa kecil ku sudah diisi dengan perasaan perasaan menyakitkan yang sudah lebih dulu membuat hati ini terasa kosong

Menyaksikan orangtuaku mengabaikan diriku , mendengarkan berita bahwa tante dan adiknya bertengkar , melihat beberapa dari kami berpisah dan memulai hidup baru , jujur aku hanyalah gadis kecil yang tak mengerti banyak hal namun merasakan makna kehilangan .

Salahkah aku jika keinginanku yang paling terbesar adalah berkumpul bersama keluarga tersayang dan akrab satu sama lain , belajar satu sama lain dan rukun juga hangat ? , mengapa semuanya terasa dingin dan juga terasa memburuk dari hari ke hari ? . Permasalahan keluarga yang hingga kini tak menemukan titik terang , perpisahan dan mendengarkan juga menyaksikan keluarga kami yang egois dan tetap mempertahankan prinsip nya masing masing tanpa mengerti bahwa aku menyaksikan apa yang mereka lakukan dan membuat ruang di hatiku semakin menganga dan terbuka lebar , menimbulkan luka akut dan nyeri yang tak kunjung usai . Membuatku berjanji pada diri sendiri bahwa aku tak akan pernah memulai sebuah keluarga baru dan hidup seorang diri . Menikmati kesendirianku dan menyimpan kesedihan seorang diri

Aku tetaplah gadis muda yang sejak dahulu kala merindukan hangatnya rangkulan keluarga dan hidup tenang di tengah keluarga yang rukun dan bersama sama selamanya .

Waktu pasti tetap berjalan
Suatu saat nanti aku akan ditinggalkan
Mereka akan pergi satu persatu dari hidupku
Memulai hidup yang baru
Meninggalkan masa lalu yang indah dan menyayat hati
Meninggalkan ku sendiri dengan memori memori yang tetap nyaman berada di pikiranku .

Aku ?
Biarkan saja aku
Sendiri dengan kenangan manis yang sulit untuk dilupakan
Ingatan ingatan yang selalu membuat hati bergetar saat kembali muncul
Biarkan aku seorang diri menanggung cerita cerita ini
Aku berusaha kuat dan keinginanku selalu dan hanya satu

Berkumpul bersama seluruh keluarga tanpa memercikkan api permusuhan . Hidup tenang dengan keluarga yang mengelilingiku dan saling mengisi satu sama lain hingga mataku menutup dan ragaku pergi untuk selama lamanya

Rara 
Kamis , 16 Juli 2020
-19.31 p.m  - In Room

Komentar