Not Dear Diary.....
18 Maret 2022
Aku membayangkan apa yang akan terjadi dalam hidup ku 27 tahun kemudian, entahlah.. tapi 27 Tahun itu adalah waktu yang sangat lama. Hampir memasuki 3 dekade atau 30 tahun dan di waktu yang selama itu aku membayangkan bagaimana diriku di waktu yang akan datang. Apakah aku masih tetap hidup? Menuai hasil terhadap apa yang telah aku lakukan di masa lampau atau apakah sudah tidak berada di dunia ini lagi?
Sekilas aku mengingat besok tepatnya tanggal 19 Maret 2022, adalah peringatan 27 Tahun kepergian seseorang yang begitu muda belia dengan segala kesempurnaan dan apa yang ia peroleh di usia yang masih remaja terampas begitu saja oleh kecelakaan tunggal yang diakibatkan oleh dirinya sendiri di waktu Subuh, tepatnya hari Minggu 27 tahun yang lalu. Sejenak aku bertanya tanya, apakah aku sudah cukup sempurna di mata orang orang? Atau setidaknya merasa cukup sempurna di mata diriku sendiri ? . Tidak tidak, aku masih sangat jauh jauh di bawah itu semua. Aku bukan apa apa dan bukanlah siapa siapa. Aku gadis muda berusia 20 tahun yang belum menempuh bangku perguruan tinggi dan sedang mengejar mimpi. Didatangkan pula tanggung jawab yang rasanya buatku tak main main pula, aku ditantang untuk tetap konsisten dan fokus..
Aku merasa beban yang kupikul begitu berat, masa depan yang tak pasti sedang menanti di depan, bertemu dengan orang orang yang tak di duga duga dan persaingan keras nya hidup di dunia yang tak mengenal kata 'baik dan sopan itu cukup'. Aku merasa kalah.. aku merasa tertinggal jauh di belakang dan aku ingin berlari secepat mungkin entah kemana, bersembunyi dan tak ingin pergi lagi. Hanya menetap dan membiarkan hal itu terlewati begitu saja.
Terkadang ada perasaan ingin menyerah tak hanya berkali kali kurasakan namun ratusan kali penyesalan dan muak datang menghampiri, aku ingin mencoba belajar menikmati hidup di tengah usia muda yang sedang aku jalani, berkuliah, berorganisasi, berteman dengan orang orang baru dan menyalurkan hobi dan kegemaranku di lingkungan yang tepat. Bukannya berkutat dengan dunia yang sama sekali menurutku bukanlah diriku yang sebenarnya, dunia penuh kepura puraan, dimana aku dituntut untuk selalu standby, selalu hadir dan menawarkan sesuatu yang berbeda setiap harinya, mencoba menarik perhatian mereka untuk datang menghampiri. Tapi jujur saja, dunia ku yang sebenarnya bukanlah dunia yang sedang aku jalani sekarang. Semua ini aku lakukan demi mencapai satu hal, yaitu kebebasan finansial. Yang dimana jika sudah aku dapatkan akan aku gunakan untuk mewujudkan mimpi mimpi ku yang tertunda sejak lama.
Lalu aku teringat lagi akan seseorang, usianya tak jauh berbeda dengan ku saat ini, di usia nya yang masih belasan ia keluar dari zona nyamannya sebagai seorang remaja menjadi seseorang yang di kenal hampir seluruh masyarakat, dengan berbagai watak dan kepribadian yang amat berbeda di setiap kepala nya. Ia dituntut untuk menjadi sempurna, serba bisa dan juga produktif menghasilkan karya yang dimana di usianya pada saat itu itu adalah sebuah pencapaian tak masuk akal dan paling produktif pada zamannya. Ia tak hanya menekuni 1 hal saja, ia ditantang untuk mencoba sesuatu yang berbeda dari zona nyamannya lagi. Ia terjun bebas ke dalam nya. Mencoba belajar dan tak berhenti, hingga akhirnya ia dapat membuktikan kalau ia cukup layak diperhitungkan walau belum bisa bersanding dengan orang orang yang bisa dibilang senior. Namun membuktikan bahwa usia muda tak menghalangi seseorang untuk dapat bersanding dengan mereka mereka yang telah berada di atas lebih dahulu, meskipun itu membutuhkan waktu, mengorbankan banyak hal dan juga merelakan masa muda mereka demi fokus mewujudkan apa yang ingin ia lakukan saat ini dan di masa yang akan datang tanpa mereka sadari.
Pasti akan ada jenuh, rasa bosan serta muak yang menghampiri, perasaan ingin semuanya berakhir saat ini juga dan menjalani kehidupan normal menurut versi 'dirinya'. Menghabiskan waktu bersama teman teman sebaya dan nongkrong asik tanpa distrupsi dibandingkan bergaul dengan orang orang dewasa yang berusia jauh diatasnya, menghabiskan waktu demi mencoba dan mencoba serta menyelesaikan tanggung jawab dan kewajiban yang sedang diembannya saat ini, karena ia sadar yang saat itu ia lakukan adalah karena keputusan yang ia ambil sendiri. Ia yang memilih seperti ini dan menerima semua resiko yang harus ia dapatkan. Dan ia menjalaninya dengan penuh tanggung jawab hingga momen dimana ia menutup mata selamanya untuk menyelesaikan kewajibannya.
Dibalik setiap keputusan yang kita pilih dan kita ambil akan ada konsekuensi dan tanggung jawab yang menanti setiap saat, semua mempunyai dampak positif dan negatif masing masing.
Begitupula sebuah cerita, setiap cerita memiliki sudut pandang nya masing masing berdasarkan orang yang kita ajak bertanya. Kini aku merasa malu dan bersalah, setelah mengingat kembali apa yang telah aku lalui untuk membangun dan membuktikan bahwa aku berusaha keras agar dianggap layak dan dapat diterima sekeliling, aku hanya harus melakukan satu hal. Agar terus berjalan dan jangan pernah berhenti, tetaplah berjalan walaupun pelan, sepelan pelannya berjalan lebih baik daripada berhenti sama sekali, at least you made a progress. At least you trying and not just sit and do nothing. Meskipun hasilnya belum sesuai seperti apa yang kamu bayangkan tapi kamu sudah melakukannya, consistent is the main key.
Sekali lagi hal ini kembali mengingatkanku pada gadis muda yang telah tertidur di dalam keabadian selama 27 Tahun, aku masih tidak percaya dapat mengagumi orang yang telah tiada, hanya dapat melihat wajahnya dari foto dan video yang masih tersisa. Namun aku bangga, hanya dengan membaca klip dari majalah majalah dan surat kabar yang menampilkan interview serta kabar berita mengenai dari dirinya, menonton karya karya nya dan mendengarkan lagu lagu nya. Berziarah ke makamnya dan mengunjungi museumnya. Aku sadar dia amatlah sangat istimewa dan aku bersyukur dapat mengenal mendiang walau dari jarak yang tak terkira.
Teh.. terimakasih untuk cerita mu yang sangat menginspirasi gadis biasa biasa saja sepertiku untuk percaya bahwa walaupun usia muda tak menjadi alasan untuk memulai lebih awal dan mencoba juga terus mencoba.
Teh.. walaupun orang beranggapan negatif tentang dirimu yang katanya hobi dugem dan hal hal negatif lainnya tapi tak menyurutkat keinginanku untuk tetap mengagumi dan penuh rasa ingin tahu akan sosok nya
Teh... walaupun singkat usiamu dan belia usia mu saat itu tak menjadi penghambat untuk terus mencoba dan mencoba dan tak pernah berhenti, membuatku sadar bahwa aku belum terlambat sama sekali, karena kenyataannya aku baru saja memasuki bab pertama diantara bab lainnya yang harus aku isi nanti.
27 tahun berlalu, tapi rasanya masih seperti kemarin...
Dear almh Teh Nike Ardilla (1975-1995)
18 Maret 2022
Aku membayangkan apa yang akan terjadi dalam hidup ku 27 tahun kemudian, entahlah.. tapi 27 Tahun itu adalah waktu yang sangat lama. Hampir memasuki 3 dekade atau 30 tahun dan di waktu yang selama itu aku membayangkan bagaimana diriku di waktu yang akan datang. Apakah aku masih tetap hidup? Menuai hasil terhadap apa yang telah aku lakukan di masa lampau atau apakah sudah tidak berada di dunia ini lagi?
Sekilas aku mengingat besok tepatnya tanggal 19 Maret 2022, adalah peringatan 27 Tahun kepergian seseorang yang begitu muda belia dengan segala kesempurnaan dan apa yang ia peroleh di usia yang masih remaja terampas begitu saja oleh kecelakaan tunggal yang diakibatkan oleh dirinya sendiri di waktu Subuh, tepatnya hari Minggu 27 tahun yang lalu. Sejenak aku bertanya tanya, apakah aku sudah cukup sempurna di mata orang orang? Atau setidaknya merasa cukup sempurna di mata diriku sendiri ? . Tidak tidak, aku masih sangat jauh jauh di bawah itu semua. Aku bukan apa apa dan bukanlah siapa siapa. Aku gadis muda berusia 20 tahun yang belum menempuh bangku perguruan tinggi dan sedang mengejar mimpi. Didatangkan pula tanggung jawab yang rasanya buatku tak main main pula, aku ditantang untuk tetap konsisten dan fokus..
Aku merasa beban yang kupikul begitu berat, masa depan yang tak pasti sedang menanti di depan, bertemu dengan orang orang yang tak di duga duga dan persaingan keras nya hidup di dunia yang tak mengenal kata 'baik dan sopan itu cukup'. Aku merasa kalah.. aku merasa tertinggal jauh di belakang dan aku ingin berlari secepat mungkin entah kemana, bersembunyi dan tak ingin pergi lagi. Hanya menetap dan membiarkan hal itu terlewati begitu saja.
Terkadang ada perasaan ingin menyerah tak hanya berkali kali kurasakan namun ratusan kali penyesalan dan muak datang menghampiri, aku ingin mencoba belajar menikmati hidup di tengah usia muda yang sedang aku jalani, berkuliah, berorganisasi, berteman dengan orang orang baru dan menyalurkan hobi dan kegemaranku di lingkungan yang tepat. Bukannya berkutat dengan dunia yang sama sekali menurutku bukanlah diriku yang sebenarnya, dunia penuh kepura puraan, dimana aku dituntut untuk selalu standby, selalu hadir dan menawarkan sesuatu yang berbeda setiap harinya, mencoba menarik perhatian mereka untuk datang menghampiri. Tapi jujur saja, dunia ku yang sebenarnya bukanlah dunia yang sedang aku jalani sekarang. Semua ini aku lakukan demi mencapai satu hal, yaitu kebebasan finansial. Yang dimana jika sudah aku dapatkan akan aku gunakan untuk mewujudkan mimpi mimpi ku yang tertunda sejak lama.
Lalu aku teringat lagi akan seseorang, usianya tak jauh berbeda dengan ku saat ini, di usia nya yang masih belasan ia keluar dari zona nyamannya sebagai seorang remaja menjadi seseorang yang di kenal hampir seluruh masyarakat, dengan berbagai watak dan kepribadian yang amat berbeda di setiap kepala nya. Ia dituntut untuk menjadi sempurna, serba bisa dan juga produktif menghasilkan karya yang dimana di usianya pada saat itu itu adalah sebuah pencapaian tak masuk akal dan paling produktif pada zamannya. Ia tak hanya menekuni 1 hal saja, ia ditantang untuk mencoba sesuatu yang berbeda dari zona nyamannya lagi. Ia terjun bebas ke dalam nya. Mencoba belajar dan tak berhenti, hingga akhirnya ia dapat membuktikan kalau ia cukup layak diperhitungkan walau belum bisa bersanding dengan orang orang yang bisa dibilang senior. Namun membuktikan bahwa usia muda tak menghalangi seseorang untuk dapat bersanding dengan mereka mereka yang telah berada di atas lebih dahulu, meskipun itu membutuhkan waktu, mengorbankan banyak hal dan juga merelakan masa muda mereka demi fokus mewujudkan apa yang ingin ia lakukan saat ini dan di masa yang akan datang tanpa mereka sadari.
Pasti akan ada jenuh, rasa bosan serta muak yang menghampiri, perasaan ingin semuanya berakhir saat ini juga dan menjalani kehidupan normal menurut versi 'dirinya'. Menghabiskan waktu bersama teman teman sebaya dan nongkrong asik tanpa distrupsi dibandingkan bergaul dengan orang orang dewasa yang berusia jauh diatasnya, menghabiskan waktu demi mencoba dan mencoba serta menyelesaikan tanggung jawab dan kewajiban yang sedang diembannya saat ini, karena ia sadar yang saat itu ia lakukan adalah karena keputusan yang ia ambil sendiri. Ia yang memilih seperti ini dan menerima semua resiko yang harus ia dapatkan. Dan ia menjalaninya dengan penuh tanggung jawab hingga momen dimana ia menutup mata selamanya untuk menyelesaikan kewajibannya.
Dibalik setiap keputusan yang kita pilih dan kita ambil akan ada konsekuensi dan tanggung jawab yang menanti setiap saat, semua mempunyai dampak positif dan negatif masing masing.
Begitupula sebuah cerita, setiap cerita memiliki sudut pandang nya masing masing berdasarkan orang yang kita ajak bertanya. Kini aku merasa malu dan bersalah, setelah mengingat kembali apa yang telah aku lalui untuk membangun dan membuktikan bahwa aku berusaha keras agar dianggap layak dan dapat diterima sekeliling, aku hanya harus melakukan satu hal. Agar terus berjalan dan jangan pernah berhenti, tetaplah berjalan walaupun pelan, sepelan pelannya berjalan lebih baik daripada berhenti sama sekali, at least you made a progress. At least you trying and not just sit and do nothing. Meskipun hasilnya belum sesuai seperti apa yang kamu bayangkan tapi kamu sudah melakukannya, consistent is the main key.
Sekali lagi hal ini kembali mengingatkanku pada gadis muda yang telah tertidur di dalam keabadian selama 27 Tahun, aku masih tidak percaya dapat mengagumi orang yang telah tiada, hanya dapat melihat wajahnya dari foto dan video yang masih tersisa. Namun aku bangga, hanya dengan membaca klip dari majalah majalah dan surat kabar yang menampilkan interview serta kabar berita mengenai dari dirinya, menonton karya karya nya dan mendengarkan lagu lagu nya. Berziarah ke makamnya dan mengunjungi museumnya. Aku sadar dia amatlah sangat istimewa dan aku bersyukur dapat mengenal mendiang walau dari jarak yang tak terkira.
Teh.. terimakasih untuk cerita mu yang sangat menginspirasi gadis biasa biasa saja sepertiku untuk percaya bahwa walaupun usia muda tak menjadi alasan untuk memulai lebih awal dan mencoba juga terus mencoba.
Teh.. walaupun orang beranggapan negatif tentang dirimu yang katanya hobi dugem dan hal hal negatif lainnya tapi tak menyurutkat keinginanku untuk tetap mengagumi dan penuh rasa ingin tahu akan sosok nya
Teh... walaupun singkat usiamu dan belia usia mu saat itu tak menjadi penghambat untuk terus mencoba dan mencoba dan tak pernah berhenti, membuatku sadar bahwa aku belum terlambat sama sekali, karena kenyataannya aku baru saja memasuki bab pertama diantara bab lainnya yang harus aku isi nanti.
27 tahun berlalu, tapi rasanya masih seperti kemarin...
Dear almh Teh Nike Ardilla (1975-1995)
Dearest, Rara
Ready to sleep
18 March 2022, 22.26 p.m
Komentar
Posting Komentar