Mengenali Diri Sendiri

(07 September 2022)

Sebuah pertanyaan...

Mengenali diri sendiri sama dengan membantu diri kita lebih dalam, sampai kapan kita tidak ingin mengenali diri kita sendiri? , masa masa pencarian jati diri itu sangat krusial dan seharusnya diisi dengan mengenali diri kita sendiri secara mendalam bukan?

Namun hal itu tidak berlaku untuk diriku sendiri, jujur saja aku bahkan tidak mengenal diriku sendiri, apa yang aku inginkan?, aku ingin menjadi apa dan bagaimana, bagaimana sifat dan karakter yang aku miliki serta bagaimana aku merencanakan hal hal yang aku inginkan dan ingin lakukan saja seringkali aku bingung untuk tuliskan atau pikirkan. Aku benar benar telah kehilangan arah, tidak tau arah mana yang harus dituju dan tidak mempunyai petunjuk apapun.

Aku kekurangan pengalaman hidup? Itu sudah pasti, aku kehilangan banyak kesempatan? Jelas, aku telah melewatkan banyak kesempatan2 yang seharusnya aku ambil atau lakukan. Kekurangan mengenal diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar membuat aku sejak dulu selalu memandang semuanya dengan baik, aku menganggap semua orang adalah orang dengan kepribadian sama yang baik dan hangat, gaya berbicara yang sama dan sepemahaman. Tapi kemudian aku sadar, dunia ini jauh lebih keras, yang tidak bisa apa apa otomatis akan terdepak dan terdorong ke belakang, sangat jauh. Aku terhempas oleh kenyataan bahwa cara ku memandang hidup terlampau sempit, aku sangat polos lebih tepatnya. Dan aku adalah salah satu contoh nya

Aku tidak mengenali apa kekurangan dan kelebihan ku, aku tidak mengetahui apa yang ingin aku lakukan sebagai passion, aku benar benar telah membuang banyak waktu yang berharga, yang seharusnya bisa dipakai untuk hal hal yang lebih berguna dan bermanfaat, menbuat diriku bisa menguasai sesuatu.

Aku membuang waktu dengan berpikir terlalu banyak dan terlalu dalam, alih alih mencari solusi aku malah ketakutan dan semakin menutup diri, enggan menonjol dan menjadi pusat perhatian dan menutup seluruh akses agar orang dapat mengenal diriku sendiri yang sayangnya juga ternyata berimbas kepada diriku sendiri. Aku adalah korban dari kebodohan dan ke sia sia an yang aku lakukan di masa lalu.

Dan kini aku menyesali semuanya, semua yang telah aku lakukan, menutup diri dan overthinking yang sudah tahap berlebihan, semua yang berlebihan pastinya tidak baik kan? Dan pepatah apa yang kita lakukan sekarang akan berimbas dan berefek kepada  kita di masa yang akan datang, yang ternyata sangat akurat dan fakta berbicara, aku ingin berteriak sekencang kencangnya karena sudah melewatkan banyak hal dan berujung pada penyesalan penyesalan hidup.

Tapi meski aku menyesal bukan kepalang aku berusaha berpikir jangka panjang untuk saat ini, meyakinkan diri kalau aku masih bisa memperbaiki semuanya, aku masih bisa mengenali diri ku sendiri meski di waktu yang sudah terlampau jauh, mencoba memperbaiki diri dengan waktu yang singkat dan tidak pasti ini, aku percaya Tuhan selalu memberikan kesempatan untuk kedua kalinya untuk memperbaiki diri dan memohon ampun atas kesalahan kesalahan yang telah kita perbuat. Masih ada waktu selagi aku masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki hidup dan menjadi lebih baik.


Pasti masih ada kesempatan dan semua itu meskipun membutuhkan waktu, tapi aku tidak menyesalinya, aku mengerti bahwa yang aku lakukan membutuhkan proses tapi jika benar benar serius, fokus dan tekun. Hasil akan berbicara....

Dearest, Rara. Sit in her new chair
21.43 p.m 

Komentar